Assalamu'alaikum wr wb.
Ketika kita membahas "Tidak gemetar dan terihat baik ketika berbicara didepan umum" maka akan terbesit dipikiran kita tentang bagaimana
kita bisa lancar dan fasih berbicara didepan panggung, dalam rapat, dan sewaktu
mempersentasikan atau memaparkan sesuatu kepada orang lain.
Oh iya disini saya ingin berbagi
pengalaman mengenai "tidak gemetar dan terlihat baik ketika bicara didepan
umum", barangkali ini juga akan menjadi sebuah pengetahuan yang dapat
membantu kawan-kawan dalam berbicara didepan umum. Karena, dengan lancar bicara
didepan umum, kita akan terlihat luar biasa dalam memaparkan sesuatu, atau
bahkan akan memudahkan kawan-kawan dalam mencari pekerjaan dan banyak
lagi hal-hal yang tentu akan menguntungkan kita, jika bisa lancar bicara
didepan umum.
Pada awalnya dulu saya juga orang
yang sangat pemalu kalo jika diajak untuk bicara didepan umum, bahkan gemetar,
serta masih terbata-bata. Namun setelah melewati beberapa tahapan yang akan
saya jelaskan dibawah, sekarang saya menjadi sudah terbiasa bahkan sama sekali
tidak merasa gemetar ketika bicara didepan umum. Berikut tahapannya:
1. Harus ada motivasi intrinsik
dulu
Motivasi intrinsik itu adalah
motivasi dari dalam diri sendiri, nah disini saya ingat ketika itu sewaktu saya
sekolah SMA, saat itu saya masih menjadi orang yang gemetar ketika disuruh
bicara didepan umum. Namun pada saat itu kebetulan ada event besar disekolah
saya, yang mana saya ditunjuk untuk menjadi MC nonformal. Awalnya saya menolak
karena saya tahu bahwa event tersebut akan dihadiri oleh ratusan hadirin dan
waktu saya mempersiapkan diri kurang lebih hanya 3 minggu, namun apalah daya
murid yang dipaksa "harus" mengisi kegiatan tersebut menjadi MC
nonformal, ya terpaksa saya mengiyakan kehendak guru pada waktu itu.
Setelah saya mengiyakan hal
tersebut, ada dorongan dari dalam diri saya bahwa "jika saya gemetar nanti
saya akan malu besar" karena dilihat oleh banyak orang. Maka, dengan
dorongan malu besar tersebut saya mencoba untuk menghindari
hal itu. Meski motivasi intrinsik saya pada saat itu adalah malu
besar tapi saya sadar bahwa itu juga mendorong saya untuk melakukan
banyak latihan supaya tidak malu besar.
Nah barangkali ini juga pernah
dialami oleh kawan-kawan karena pernah disuruh didepan umum, baik itu rapat,
persentasi makalah atau hal-hal yang mengharuskan kawan-kawan bicara didepan
umum. Ingat, ketika kawan-kawan merasa "sepertinya saya akan malu jika
tidak banyak latihan" maka itu adalah sebuah motivasi yang bagus, karena
mendorong kawan-kawan untuk aktif berlatih, meski niatnya hanya menghindari Malu.
2. Motivasi ektrinsik juga perlu
Motivasi ektrinsik itu adalah
motivasi yang berasal dari luar diri kalian. Seperti pada kasus saya tadi,
sewaktu itu sepulang sekolah saya dengan lesu serta persaaan takut malu besar
langsung memberitahu orang tua saya bahwa saya disuruh untuk jadi MC nonformal
pada event disekolah. Dan untungnya saat itu respon orang tua saya sangat luar
biasa, kata ayah "bagus nak, itu akan jadi kesempatan dan pengalaman
kamu", saat itu saya menjadi merasa sangat baik dan menjadi sangat
bersemangat.
Nah jika kawan-kawan pernah merasa
sangat putus asa atau tidak semangat untuk mencoba bicara didepan umum, coba
datangi kawan kalian yang sudah terbisa atau yang mahir dalam berbicara didepan
umum, mintalah dia menceritakan pengalaman mereka atau apa saja tips dari
mereka agar kalian mendapatkan sebuah motivasi ektrinsik untuk semakin optimis
mencoba bicara didepan umum
3. Persiapkan apa yang ingin
dibicarakan
Mempersiapkan apa yang ingin
dibicarakan adalah hal yang harus benar-benar perhatikan. Ketika saya sudah
mendapat motivasi ektrinsik, saya sadar bahwa saya harus tau apa saja yang akan
saya bicarakan. Sehingga saya mencoba untuk menyusun kata yang akan saya
sampaikan kehadirin. dan kembali lagi, disini saya benar-benar ingin Malu
Besar.
4. Banyak-banyak cari referensi
Pada saat saya sudah dapat motivasi
ektrinsik, serta saya tau apa yang ingin saya sampaikan kemudian saya merasa
bahwa saya harus banyak belajar baik dari segi bahasa maupun intonasi
pengucapannya, karena saya kembali lagi memikirkan bahwa jika saya maju tapi
bahasanya tidak teratur bahkan tidak sesuai dengan hadirin maka tentu saya
akan Malu Besar. Sehingga saya mencoba mencari referensi menjadi MC
nonformal di televisi, youtube, bahkan saya coba mendengarkan beberapa penyiar
radio.
Nah bagi kalian yang ingin
berbicara didepan umum tentu juga harus memperhatikan hal ini, yakni jangan
sampai tidak punya referensi yang membuat kalian lebih bagus lagi dalam
latihannya.
5. Jika ada, ambil saja
kesempatannya
Bagian ini adalah salah satu yang
sangat penting, setelah saya mendapat motivasi intrinsik, motivasi ektrinsik
dan sudah banyak mencari referensi. Maka, salah satu cara saya berikutnya
adalah dengan cara sering-sering mengambil kesempatan untuk bicara didepan
umum. Saya mulai melakukan hal-hal kecil dan sederhana yang membuat saya
terbiasa dengan kondisi berbicara didepan umum. Misalnya saja, saya mulai saja
dulu dengan aktif bertanya dikelas, aktif berpendapat dalam rapat, ikut
berbicara dalam sebuah forum. Nah dengan kesempatan berbicara didepan umum
seperti itu, sekarang saya sudah tidak lagi ragu jika disuruh bicara didepan
umum. Bahkan sekarang ketika saya menjadi salah satu orang yang memberikan
sambutan, menjadi moderator disebuah acara, MC formal, dan MC nonformal, saya
tidak lagi merasa khawatir dan ragu.
Jadi jika kalian merasa bahwa
"wah saya tidak berani untuk mencoba" artinya kalian tidak punya
motivasi intrinsik. Namun saya yakin ketika kalian sudah membaca tulisan saya
ini, artinya kalian berniat untuk belajar untuk terlihat tidak gemetar atau
terlihat baik ketika berbicara didepan umum. Sehingga niat tersebut harus
benar-benar kalian jaga, karena ketika ada kesempatan berbicara didepan umum,
kalian harus mencoba mengambil kesempatan tersebut dengan niat yang sudah
kalian punya dari awal. Jika saja masih gemetar, itu namanya proses, dan jika
selalu di coba, nanti akan terbiasa, sehingga tidak lagi merasa gemetar, tentu
lebih PD, dan pastinya akan terlihat hebat dan baik ketika berbicara didepan
umum.
5 tahapan diatas adalah tahapan
yang pernah saya lalui, sekarang ketika saya sudah mempersiapkan diri, baik
dari segi motivasi intrinsik, ektrinsik, persiapan, serta banyak referensi,
maka saya tidak lagi ragu dan gemetar ketika berbicara didepan umum.
Demikianlah tulisan saya, besar harapan saya kalian bisa mengambil pengetahuan
atau barangkali juga menerapkan hal yang sama. Dan saya yakin bahwa setiap
orang punya potensi untuk berbicara didepan umum, selagi kita mau mencoba dan
berproses, maka Insya allah kita bisa untuk terbiasa, terlihat hebat, dan baik
ketika berbicara didepan umum.
Satu hal yang tidak pernah saya
lupakan bahwa kritik dan saran dari pembaca tentu akan sangat membantu saya
untuk menjadi lebih baik. Maka, saya berharap kalian meluangkan waktu untuk
berkomentar, mengkritik, memberi saran dan membagikan tulisan ini kesemua orang
yang tentunya memerlukan tulisan ini.
Tunggu tulisan saya berikutnya,
mohon maaf jika ada kesalahan penulisan dan sebagainya. Saya ucapkan mohon maaf
dan terimakasih. Assalamu'alaikum wr wb