Hai..
Setelah kemaren bicara tentang esensi, rasanya kita mulai menganggap lazim seseorang yang memuji orang lain karena esensinya, seperti para ulama yang memiliki esensi mulia bagi pengikutnya, begitu pula pada para pendeta dan tokoh-tokoh lainnya.

Ya memang benar lazim.. sekarang apa ensensi dari kehidupanku? Mungkin pertanyaan ini juga akan terlintas dipikiran orang banyak, dan kuharap jawabannya akan jadi kabar baik.

Hari ini aku akan menuliskan apa yang memang sering dirasakan oleh orang banyak. 

Apa itu? Cinta!

CINTA, sebuah hal yang bukan asing lagi ditelinga kita. Sekalipun aku tahu bahwa cinta adalah suatu kebutuhan, namun sampai sekarang, aku belum pernah menemukan apa sebenarnya definisi cinta itu sendiri. Dan aku tidak pernah puas.

Satu hal yang kuyakini, ketika kita berbicara tentang cinta, maka kita sedang berbicara tentang keindahan, duka yang menyenangkan serta kalimat puji pujaan.

Ketika berbicara cinta sebagai kebutuhan, aku akan menyatakan bahwa cinta adalah kebutuhan kita pada level 3, setelah level pertama pada kebutuhan pokok seperti makan, minum, dan bernafas. Sedangkan kebutuhan kedua adalah pada rasa aman dan damai. Pada level 3 adalah kebutuhan cinta dan rasa memiliki.

Baiklah kuberi beberapa pertanyaan yang membuat kita menyepakati cinta pada level 3 tersebut. Pertama, bisa kita pikirkan bagaimana ingin mencinta jika kita sedang tidak bisa bernafas? Kedua, bisa kita pikirkan bagaimana bisa mencinta jika nyatanya kita sedang merasa tidak aman (yang benar-benar tidak aman)? Ketiga, bisa kita pikirkan betapa leluasanya kita mencinta ketika kita tetap bisa bernafas dan merasa damai?

Benar saja kata Jalaluddin Rumi, salah satu tokoh sufi yang sangat kukagumi pemikirannya. Bahwa, puncak cinta adalah rasa ikhlas yang kita hadirkan pada yang dicinta. Sehingga, kita tidak akan mencari cara agar menguntungkan diri, namun hanya akan sibuk berorientasi pada yang dicinta.

Benar saja yang diteladankan oleh Rabi’ah Adawiyah, salah satu tokoh sufi yang juga kukagumi, bahwa dengan mencinta pada akhirnya kita hanya ingin terus bersama dengan yang dicinta


Meski kedua tokoh diatas memaknai cinta atas Tuhan mereka. Namun, kurasa tidaklah salah ketika kita ingin mengambil hikmah yang terkandung. Dengan maksud memfokuskan tulisanku kali ini tentang cinta kepada seorang manusia .

Seperti yang ku kemukakan diawal bahwa aku belum menemukan definisinya. Namun, kita pasti pernah merasakan cinta. Sehingga, tulisanku kali ini tidak akan ku awali dengan mendefinisikan hal yang aku mengerti, aku rasa dan aku paham, namun tidak bisa kurangkai kata untuk mendefinisikannya.

Jika cinta sudah kita tujukan pada seorang manusia, maka kita menjadi sangat khawatir tentang dia yang kehujanan, dia yang terlambat makan, dia yang jatuh sakit atau apalah biasanya. Padahal kita tidak pernah sekhawatir itu pada diri sendiri. Ini hal yang orang lain ketika melihat kita seperti itu mungkin akan berkata “berlebihan”, namun percayalah kita sedang berlaku benar dan memang wajar. Aku senang menyebut hal ini sebagai “Energi Luar Biasa”.

“Cinta adalah energi yang luar biasa, dan yang dicinta adalah sumber energi tersebut”

Kita akan merasakan energi luar biasa (cinta) ini ketika memang sedang benar-benar cinta. Sebagai permisalan, ketika kita tidak sedang bersemangat untuk kuliah, namun kita ingat bahwa kuliah adalah salah satu cara untuk bertemu yang dicinta, maka kita akan mulai beranjak dari rasa tidak semangat tersebut ke gairah yang membuat kita menjadi ingin tetap kuliah.
Pernah juga ketika semisal kita yang sebenarnya takut senjata tajam, namun jika melihat orang yang dicinta sedang ditodong senjata tajam oleh penjahat, maka kita akan mencoba untuk melindungi orang yang kita cinta. Apa artinya ini? Cinta membuat kita jadi tidak takut senjata tajam yang bisa saja membunuh, ini dilakukan demi melindungi yang dicinta. Itu wajar. Dan itu berasal dari sumber energi yang luar biasa.

“Kulitku ku sungguh tidak kebal terhadap senjata tajam, namun ketika dia terancam oleh senjata tajam, aku siap menghadapi dan melindunginya”

Sebagai sumber energi, mungkin kita punya kriteria khusus dalam mencinta, baik itu tentang hidung dia yang harus mancung, kulitnya yang harus putih, badan tinggi, dia yang cerdas, punya karisma, dan apalah biasanya. Namun, aku sangat yakin bahwa ketika kita sudah mencinta, maka semua kriteria itu tidaklah berguna. Karena kita sudah “cinta”.

Mengenai harapan dan ketakutan dalam mencinta, harus ku katakan bahwa kita tidak dapat menghindarinya, sebab dalam cinta harapan dan ketakutan akan selalu berdampingan. Kita yang takut kehilangan dia, dengan kata lain kita juga sebenarnya mengungkapkan bahwa kita berharap dia tetap bersama kita. Kita yang takut dia dekat dengan orang lain, dengan kata lain kita juga sebenarnya mengungkapkan bahwa kita berharap dia tidak berpindah hati ke orang lain. Sehingga, sangat wajar sekali semisal kita cemburu ketika kita melihat orang lain juga mencintai dengan orang yang kita cinta. Itu normal, dan memang harus seperti itu.
Dan memang begitukan adanya?


SEE YOU!
Nanti aku akan menulis lagi








Hai..
Aku sangat bersyukur hari ini dapat menulis kembali, kuharap kalian juga begitu, dapat mensyukuri hal-hal yang begitu sederhana, namun memiliki esensi yang luar biasa. 
Sebab, banyak dalam kehidupan ini hal-hal yang secara eksistensial mungkin sangat menarik, tapi belum tentu dengan esensialnya, begitupula sebaliknya. Bagiku menulis menjadi sesuatu yang berharga karena dapat membuatku lebih bahagia, sehingga bahagia adalah esensi dari kegiatan menulisku.

Apa itu esensi? mungkin pertanyaan ini akan menjadi hal menarik, karena tidak jarang kita terjebak pada pandangan eksistensial dan kehilangan esensinya (atau sama sekali tidak memikirkan esensinya)

Untuk esensi itu sendiri dapat kuperjelas menjadi “nilai yang hakiki, paling pokok & makna” Dan untuk eksistensi itu sendiri dapat kuperjelas menjadi “sesuatu yang tampak ada & keberadaan”.

Jadi cukup jelas hubungannya, bahwa sesuatu yang “ada atau berada” pasti memiliki “nilai hakiki, nilai pokoknya dan makna”

Kenapa bisa begitu? Bagi mayoritas filsuf, manusia memang memiliki kecendrungan untuk mencari makna, sehingga bukan menjadi hal biasa ketika manusia menggunakan akal dan hatinya untuk mencari makna pada benda, peristiwa dan hal-hal yang “ada” lainnya. Bahkan tidak jarang manusia akan memperdebatkan sesuatu karena berbeda dalam mengambil kesimpulan terhadap maknanya.

Seperti ketika seseorang pengendara dengan knalpot nyaring nya lewat didepan rumahku, menurut pengendara itu motornya terdengar gagah dengan knalpot seperti itu, tapi bagiku sangat menganggu dan berisik. Sehingga sangat memungkinkan bukan akan ada perdebatan? 
lalu siapa yang salah? Mungkin ini akan terjawab oleh norma sosial atau juga ukurannya adalah kedamaian dalam bermasyarakat (aku tidak membatasi ukurannya, jika memang diperlukan, aturan berkendara dari pemerintah pun dapat digunakan)

Tapi seberapa penting “esensi” bagi kehidupan? Ya sangat penting. 
Ku beri contoh, yang lebih penting dari nasi adalah rasa kenyang yang dihadirkannya dibanding keberadaan nasi tersebut. Jadi keberadaan nasi tidak penting? Bukan begitu cara berpikirnya. Karena kita sekarang membandingkan mana yang lebih penting. Artinya eksistensi tetap penting, namun esensi jauh lebih penting.

Begitupula dengan air, rasa hausku yang hilang jauh lebih penting dari keberadaan air itu sendiri.
Sudah sangat nyata bukan? 
Coba bayangkan aku minum 20 liter air saat buka puasa, tapi tetap tidak menghilangkan haus, artinya untuk apa aku minum? Sedangkan aku meminum itu tujuannya adalah ingin  menghilangkan rasa haus.

Begitulah adanya?


SEE YOU!
Nanti aku akan menulis kembali



Hai…
Aku sangat bersyukur hari ini aku dapat menulis kembali. Kenapa? Karena dalam beberapa keadaan aku merasa sangat beruntung ketika memiliki kehendak menulis, rasanya semangat untuk tetap bahagia seolah bertambah. Tapi apakah semuanya ini adalah realita?

Oh iya aku pernah membaca mengenai pikiran plato tentang dunia ide. Menurut Plato semua hal yang kita lihat sekarang sebenarnya bukanlah sebuah realita, semua realita berada didalam dunia ide. Jadi ringkasnya seperti ini “semua yang kita lihat bukan realita”

Betapa mengherankannya semua hal ini, jika kita dapat mengansumsikan yang kita lihat sekarang adalah bukan realita, yaa tapi itulah yang sangat menarik dari pikiran Plato tersebut.

Beberapa kali aku memikirkan apa yang disampaikan Plato tersebut mungkin ada benarnya, kuberi salah salah satu contoh, ketika aku melihat seorang wanita, maka cantik tidaknya wanita itu tergantung pikiranku, sebab letak kecantikan  wanita itu berada dalam pikiranku, bukan wajahnya.

Nah sedangkan ukuran kecantikan itu sendiri terletak dimana? Bagiku ukuran ini terletak di dunia ide, dimana dalam dunia ideku ada sosok cantik yang ideal, sehingga sosok ideal inilah yang akan kubandingkan dengan seorang wanita yang kulihat tadi. Semakin mirip dengan sosok ideal, semakin cantik wanita yang kulihat tadi (bagiku, dalam pikiranku).

Apakah ini juga berlaku terhadap ukuran lainnya yang kita anggap saat ini sungguh sangat relatif, seperti bagus, pandai, pintar, cantik, ganteng, seksi atau apapun itu yang kita anggap adalah bergantung dari pikiran orang yang berusaha menilainya? Ya seperti itulah adanya kan?


SEE YOU!
Nanti aku akan menulis lagi.






Untuk apa Tuhan menciptakan kehendak kita? Jika kehendak-Nya lah yang akan terjadi?
Menurutku ini sangat menarik dan indah, bayangkan, dengan mempunyai kehendak, aku menjadi percaya pada perubahan, proresivitas, atau aku menjadi percaya pada usaha-usaha yang ku lakukan. Sekalipun yang akan terjadi adalah kehendak Tuhan juga, tapi seolah Tuhan ingin melihatku berusaha atas kehendak yang aku hadirkan dalam diriku.

Seperti janji Tuhan bahwa Dia Maha Baik, maka bentuk Kebaikan Tuhan apa yang perlu ku simpulkan ketika aku sudah berusaha? Aku yakin bahwa Tuhan akan menghargai Usaha itu dengan segala bentuk kebaikan yang aku sendiri belum tentu bisa mengukur hal itu..

Hari ini aku duduk kembali diteras depan rumahku, aku mulai kembali dengan alasan ingin tetap produktif dan rutin menulis. Rumahku di Desa dan di depan rumahku adalah jalanan umum, sehingga menjadi hal wajar ketika aku menulis banyak orang lewat.

Saat aku mulai memperhatikan jalan, ada sebuah mobil yang membawa banyak barang yang membuat mobil itu menjadi lucu bagiku, sebab bagian depannya harus sedikit terangkat, dan hal itu juga rentan membuat mobil tersebut oleng

Kenapa harus membawa barang secara berlebihan? Menurutku untuk menjaga keselamatan, beban seharusnya disesuaikan dengan apa yang mampu dibawa oleh mobil tersebut.

Aku yakin bahwa supir sudah mengerti itu, tapi membandeli pikiran berharap waktu yang lebih singkat atau keuntungan yang lebih banyak dengan taruhan keselamatan, menurutku bukanlah pilihan yang bijaksana!

Tapi kenapa semua ini harus hadir didepan mataku? Pasti ada yang harusnya ku ambil pelajaran, sebab tidak mungkin Tuhan merencanakan sesuatu dengan kesia-siaan dan tentunya Kehendak Tuhan lebih absolut dibanding supir, dan soal mobil yang lewat dimuka rumah merupakan sesuatu yang sudah terjadi, bukan imajinasiku, artinya sesuatu terjadi tetap atas kehendak Tuhan, dan aku tidak peduli apakah supir awalnya berkehendak lewat ataupun tidak. Namun yang terpenting sekarang apa pelajaran yang kudapat?

SEE YOU!
Nanti ku lanjutkan..




                
Hai perkenalkan nama ku adalah Muhammad Aulia Rahman, mohon maaf jika terdengar asing, ya itulah alasanku kenapa aku mengawali tulisanku kali ini dengan memperkenalkan terlebih dahulu diriku.

Sebenarnya aku sudah sangat sering ingin menulis mengenai kehidupanku, ya mungkin begitulah secara singkatnya awal mula aku mulai menulis tulisan ini. Beberapa temanku juga sepertinya sangat mendukung,salah satunya sebut saja Luqman, teman satu kos, beberapa kali dia meminta ku untuk menuliskan apa yang memang sedang kuhadapi dan kupikirkan. Namun, tentu aku memulai tulisanku kali ini adalah bukan karena kehendak orang lain. Ya, kalian tau bahwa bagiku, kehendakku atas diriku jauh lebih tinggi, dan kehendak orang lain hanya akan menjadi faktor pendukung, sekalipun tidak jarang faktor pendukung dari orang lain bisa saja ku abaikan...

Diatas segala kehendakku, aku tak pernah dapat mendeskripsikannya, bagaimana tidak? Hari ini aku berkehendak seolah atas diriku sendiri, namun aku sudah terlanjur percaya bahwa diatas kehendakku masih ada kehendak yang paling absolut, ya Kehendak Tuhan...

Bicara tentang kehendak mungkin akan sangat membosankan, apalagi jika harus berada pada awal tulisanku ini. Sebab, barangkali kalian juga pernah menyangka bahwa diri sendiri memang nyata adanya berkehendak, tapi apakah kehendak kita itu nyata? Atau kehendak itu muncul atas kehendak Tuhan juga? Aku tidak akan menjawab itu, sebab sore ini tepat pukul 18:19 mendekati magrib tanggal 13 Mei 2020 aku selesai membaca bukunya Sujiwo Tejo dan DR. MN. Kamba dengan judul “Tuhan Maha Asyik”. Lalu apa hubungannya? Tentu ada hubungannya, sebab di awal bukunya, tepatnya dihalaman 19 buku tersebut membahas yang isinya “ Suatu ketika Tuhan berfriman kepada Nabi Daud As: Engkau berkehendak, AKU berkehendak. Yang berlaku adalah yang AKU kehendaki. Jika engaku berserah diri kepada kehendak-Ku, aku memenuhi kehendakmu, dan jika tidak, engkau akan lelah mengejar kehendakmu sedangkan yang terjadi adalah kehendak-Ku jua”

Awalnya aku habis pikir bahwa ternyata susah payah aku berkehendak, namun kehendak Tuhanlah yang akan bermain dalam kehidupanku, “lalu buat apa aku diberi kehendak sendiri jika Kehendak Tuhanlah yang juga akan di gunakan?” pertanyaan semacam itu muncul dalam pikiranku, susah memang untuk menjawabnya….
            
See You!
aku akan melanjutkannya nanti...

welkombek hadirin pecint cerita horror nyata sekalian. naah disini ane mau ngasih sebuah cerita horror lagi nih.
oiya untuk yang jantungan, masih ingetkan pesen ane untuk kagak baca?? yaaa kagak usah di ulang lah yaa
sebenarnya kawan-kawan percaya kagak sih sama yang namanya hantu?hmmm
yaaa ada yang percaya, ada yang tidak, ada yang percaya dan tidak pastikan?
naaah dicerita kali ini ane mau ngebagiin cerita yang tentunya sudah mendapat izin dari pemiliknya (yang ngalamin) untuk dipublikasikan
yaa tanpa berlama-lama laah ya, silakan dah kawan-kawan baca
Cerita Horror Nyata
Sumber, Facebook: Anugrah Binta 
SOSOK APA ITU?
PART 1
"suasana kmpleks rumahku slalu sepi krna mmang aku tinggal di prkampungan yg masih sdikit pnduduk. Sring ada kjadian2 ganjal yg selalu mngganggu saat mlm jumat. Tdk pada hari2 lain. Khusus mlm jumat. Dan sperti sdh sngat biasa trjadi, shingga kami sperti mnanggapinya dg sewajarnya sja. Awalnya, kluarga kami tdk mnduga jika kjadian aneh tsb slalu trjadi pada hari jumat saja, tapi lama klamaan kami tersadar. Mlm hari sekitar jam 10 lewat, dan tentu saja hari jumat. Smua anggota kluarga sdh trtidur, kecuali aku. Ya mngkin diriku sdang insomnia wkwk 
Aku sdang mmainkan hp dg sngt serius. Aku sangat peka dg prgerakan dsekitar wlaupun fokusku pada satu titik. Aku msh mmainkan hp smpai skitar jam 12 lewat.
Letak jndela kmarku ckup tinggi. Dan kbetulan rumah kami itu lokasinya yg pling puncak keknya. Jndela kamarku mmiliki ventilasi udara yg ckup besar brbentuk kubus. Dan biasanya ada pntulan chaya dari lampu diluar shingga mngenai tembok. Kpalaku k arah jndela, sdangkan ttapan mtaku k arah tmbok tmpat chaya terbias. Saat asik mmainkan hp, tiba2 ada suatu prgerakan pada chya di tembok. Awalnya tdk kugubris, tapi krna sngat mnganggu knsentrasiku, aku mngangkat muka dan mlihat ke arah prgerakan tsb.
Dg sedikit kaget, dan juga bingung. Pada chaya tsb trdapat byangan tngan. Bkn manusia. Byangan tangan dg ruas2 jari yg begitu pnjang dan kurus. Sperti hnya tulang saja, nmun mmiliki kuku yg pnjang. Tngan tsb mlambai2 ke arahku. Lmbaiannya sperti memanggil.
Aku trnganga dan cukup deg2an. Lmbaian tngan tsb smakin cpt sperti mmanggil trgesah2. Aku trbangun dri tmpat tidur dan mmbranikan diri mmbuka kain jndela utk mnengok ke luar. Gada siapa2. Eh byangan tngan yg d tembok sdh tdk ada lagi. Saat aku ke tmpat tdur kmbali, aku mlirik pada tmbok. Tngannya muncul lagi dg lmbaian. Sperti mmanggil, berdiam sbentar, melambai kmbali. Lalu aku doa dlm hati. Trus byangannya sdh gada. Tinggal tembok dg cahaya brbentuk kubus.
Aku mmutuskan utk tidur saja. 2 menit mnutup mata, tiba2 trdengar bunyi ketukan pintu. Skitar 5 kali dg jeda yg cukup lama. Ktukannya jelas sekali. Lalu aku mmbuka mata dan ttapanku jatuh pada tembok itu lagi. Shitt  Ada byangan kepala, berdiri tegak. Seperti mmakai kain pnutup kepala. Dlm pikiran aku bnyak sekali prtanyaan. Loh bkannya ini byangan? Kok jelas sekali kaya foto di edit bwm?

PART 2
Bayangan perempuan pake tudung kepala, jelas sekali seperti bukan hanya bayangan tapi foto yang di edit hitam putih. Perasaanku pertama tentu saja kaget, deg2an, kringat dingin, lalu memalingkan pandangan💦 setelah jantungku sudah tidak terlalu terkejut lagiiii, aku putuskan untuk melihat kembali tembok itu.
Karena rasa penasaranku yg sangat tinggi wkwk, aku pun memutuskan untuk kembali menengok di balik jendela kamar. Nothing!
Perlu ku deskripsikan keadaan di luar tidak ada pohon yang tingginya kaya jendela kamarku. Semua pendek pendek aja, dan kebanyakan bunga2 yang tingginya sebatas lutut doang. Aku ga bisa tidur. Aku duduk melihat terus ke arah bayangan. Aku berdiri di pertengahan antara jendela dan tembok yg terdapat bayangan. Lalu berpikir keras mengenai hal ini.
Jika bayangan tersebut datangnya dari arah ventilasi udara, maka seharusnya di luar ada sesuatu, pikirku.
Lalu aku menyusun bberapa kursi bersandarkan tembok. Aku naik ke atas kursi tsb, lalu mengangkat tanganku ke arah cahaya. Cahaya mengenai tanganku dan membentuk bayangan pada tembok. Benar, cahaya tsb berasal dri ventilasi udara. Aku masih menggerak-gerakkan tanganku pada cahaya dan melupakan bayangan perempuan yg ada di belakang tanganku. Tiba2 tanganku sakit, entahlah rasanya seperti digigit, dicubit atau..i dnt knw.
Aku refleks menarik tanganku, dan melompat dri atas kursi. Shiittt, tidak ada lagi bayangan perempuan itu. Dan aku tidak mau tau dimana pun dia berada, aku tdk peduli lagi, tanganku sakit cok. Aku paksakan diri untuk tidur saja. 5 menit kemudian, tidurku belum pulas, aku masih terjaga tapi merem 
"Bintaaa" suara perempuan memanggil namaku, dengan lembut. Karena keadaannya sunyi senyap, jadi terdengar jelas suara panggilan itu.
Inginku jawab panggilannya, tapi refeks mengingat perkataan ibu "kalo ada yg manggil2 kita tengah malam, jangan menyaut. Tdk ada yang butuh bantuan kita jam begitu, apalagi panggilannya cuman 2x"

PART 3
Keingat aku sama omongan ibu. Lalu aku berusaha tenang. Emang tubuhku tenang yah, tapi jiwaku meronta ronta ingin dilindungi😂(lebay)
Aku diam sambil merem. Sisanya gada panggilan lagi. Cuman sekali doang, pdhal udah ditunggu:')...tiba2...
(Nungguin yah?😂 iya deh ga becanda iya) Tiba2 bunyi pintu terbuka. Semua ruangan di rumahku, lampunya selalu dimatikan waktu tidur, cuma ada cahaya dari luar rumah.
Otomatis ruangan kamarku cahayanya juga remang2 gimana gitu:v Aku membuka mata dan menoleh ke arah pintu kamar. Gada siapa2 sih, dan ini juga malam, siapa sih yg bertamu ke kamar orang malam2 wkwk. Aku mengedipkan mata berulang2 biar bisa terbiasa dengan lingkungan sekitar. Shiiitttt .... ada yg ngintip 
Benda hitam besar, mengintip di balik pintuku yang putih bersih(lebay lagi:v) tapi bener woyy. Dia ngintipnya bukan cuman sekali dua kali aja. Tapi berulang2 kali. Biar dia gak tau kalo aku lagi memergoki dia sedang ngintip, jadi kusipitkan mataku. Kaya orang merem tapi liat sedikit2 (liciknya diriku )
Perasaanku saat itu? Takut sih, tapi dikit doang wkwk.
Aku pura2 menguap lalu membalikkan badan ke arah kiri. Trus orang yg ngintip tadi sudah gada. Butt.... di dapur langsung terdengar suara kucing berantem (gatau dah rebutin apa, bikin kaget aja) shittt kucing ternyata, pikirku dlam hati. Lalu melanjutkan tidurku secara betul
Suara kucing belum berhenti, makin lama makin sengit saja perkelahian mereka. Semakin besar juga suara mereka. Dasar kucing, ada2 saja.
Dan... ternyata... suara kucing tadi bukanlah suara kucing, kupikir suara kucing. Ternyata hanya pikiranku saja yang eror. Itu suara nangis anak bayi yang kenceng. Di bawah kaki akuuuuu dongg bayi nyaaa. Ga bisa kutahan lagi rasa kagetku. Aku terkejut lalu spontan teriak "Haaaaaaaah" Hitungan kedipan mata bayi nya hilang. Tapi meninggalkan memar di betiskuuu..
PART 4
Setelah saat aku histeris.. but histerisnya cuman sekali aja, kecil juga suara yg aku kluarin. Namun, karena suasana perkampungan yg hening plus tengah malam, jam tidur nih kan ya. Jadi ibuku kaget lalu masuk ke kamarku dengan wajah khawatir.
"Kenapa kakak teriak? Sudah malam loh kak" ucap ibu dengan nada 20% khawatir dengan putrinya dan 80% khawatirin warga pada bangun (oh ibukuuuu:v)
"Tidak ibu, tadi..." sebelum lanjutin kata2ku, ibu langsung ngode berhenti berbicara trus pinjam hp ku.
"Ohh, malam tragedi kak. Ya sudah" ucap ibu sambil mengembalikan hp ku lalu berjalan keluar kamar.. (hmm ibuuu, jangan kaya gini juga lah santuy nyaa😭:v) aku berusaha tenang kembali. Ya sudahla, memang selalu seperti ini kan? Tanpa berpikir panjang lebar, aku memutuskan tidur.
Ya ampuunnn.. baru sekejap aku sempaat nyenyaak.. aku dikagetin lagi sama bunyi2 di setapak. Letak setapak, disamping rumah dan bersebelahan dengan kamarku. Bunyi apa?? Bunyi kaya roda2 dan langkah kaki. Seperti ada seseorang yg mendorong sesuatu atau... entahlah?
Ku cek hpku, mataku tertuju pada batrei hp 57%.. eehh pdhal kan harusnya lihat jam dong. Aku kembali ngambil hp lalu melihat jam. Tertulis jelas 2:02 AM.. Jam segini siapa sih yang bangun kerja.. dengan malas, aku bangun membuka tirai jendela untuk menengok ke luar setapak.
Shiittt lagiii:v
Ada bapak2 tua, dorong tempat tidur beroda gitu. Aku gamau tebak kalo tempat tidur beroda itu adalah tempat tidur mayat yah, walaupun hati dan pikiran ku bertengkar hebat menyuruh aku mengakui bahwa itu tempat tidur mayaaatt huhuhuuu...
PART 5
Mau tidak mau, aku harus mengakui bahwa itu adalah tempat tidur mayat. Dan emang bener gitu adanya. Tempat tidur mayat yg didorong bapak2. Loh kok ga pake ambulance? Kok ga rame? Kok gada pemberitahuan orang meninggal? Kok hanya bapak itu seorang saja?
Bukan hanya kalian yah, aku juga bertanya2 kenapa gini. Syukurnya diriku ini tdak terlalu ketakutan (kebalnya diriku:v) Aku terus melihat bapak2 itu berjalan, dan mendekati. Lalu berada di depanku tapi tatapannya lurus kedepan.
Tidak ku kenali orang tua itu, tapi rasa penasaranku yang begitu bergejolak membuat mataku terus melotot ke arah bapak2 itu berjalan. Awal aku dengar bunyi itu, waktu bapak2nya masih belum lewat depan jendela kamarku. Dan saat bapak2 itu berjalan depan jendela kamarku, aku sedikit menunduk dan hanya membiarkan sebelah mataku menengok keluar. Sekitar satu setengah meter dari depan jendela kamar, bapak itu berhenti dongggg... dia menegang gitu. Beberapa menit pertama, bapak2 itu tidak bergerak sedikitpun. Namun...
Bapak2 itu berbalik.. ya ampuuunn.. melihat aku kah? Aku dipergoki sedang mengintip ? Aku deg degan takut dituduh penguntit. Agak gemeteran, aku bersandar pada tembok 5 detik untuk mengatur nafas lalu mengintip kembali. Bapak2 itu gada dongg guys, tinggal tempat tidur berodanya saja.. aku kepo kan, mataku menyapu bersih stapak sekitar. Tidak ada lagi bapak itu.. aku melihat lekat2 pada tempat tidur beroda itu, lalu melihat ke arah yg berlawanan....
SHIIITTTTTT!! Bapak2 itu lagi ngintipin aku juga loh.. ampuuunn.. aku terkejut banget. Aku spontan menutup tirai jendela dan mundur dngan cepat..
PART 6
Aku mundur dengan panik. Kaget, deg2an, takut, gemeteran, kringat dingin (hampir diriku kejang2 ) baru beberapa langkah mundur... raungan anjing menjadi pelengkap untuk mendukung jantungku betul2 berhenti berdetak. Aku melotot hebat ke arah jendela sambil mundur. Bagaimana jika bapak tua itu kesini? Bagaimana jika dia sebenarnya bukan manusia? Bagaimana jika dia menembus tembok kamarku? Aarrgghh pikiran dan hatiku kacau. Aku takut.. ya jelas takut lah wkwk
Raungan anjing semakin menjadi2. Aku gugup (rasanya seperti ditunjuk guru maju ngerjain soal yg tidak ku ketahui) aku berusaha membuat tubuhku setenang mungkin. Bayangan bapak tua itu masih ada di balik jendela. Untungnya jendela kamarku dikasih tirai, gak bayangin deh muka bapak2 itu terpampang nyata di balik kaca. Tapi... bayangan itu semakin lama semakin memudar.. dan hilang. Lalu terdengar kembali bunyi dorongan tempat tidur beroda.
Huft.. jantungku seperti kembali berdetak, walaupun masih deg degan. Aku kembali mendekati jendela. Ya betapa rasa penasaranku mengalahkan segala galanya wkwk (lebayy) tapi beneran yah aku keponya kebangetaaann.. sebelum bunyi nya semakin menjauh aku cepat2 melihat dengan serius bapak tua itu mendorong tempat tidur beroda. Diriku sangat greget sehingga rasa penasaranku membuat kakiku melangkah keluar kamar dan menuju setapak.
Tidak ada siapa siapa. Padahal jelas sekali bapak tua itu belum begitu jauh dari sekitar rumahku..."

Naah gimana ceritanya? tinggalin komen aja yaa hihi 
nanti ane post lagi deh
See You!

Welkombek kawa-kawan pecinta cerita horror sekalian.
Sudah nunggu cerita horror berikutnya?? jangan ditunggu napa :v baper ane wkwkkw

Naaah kali ini ane akan ngebagiin cerita horror nyata lagi nih, yang mana cerita ini akan membawa kawan-kawan untuk menikmati sensasi horrornya

sebelumnya sama seperti biasa, yang jantungan jangan baca!!
kenapa? 
Yaaa karena ini bukan blog cara sehat menjaga jantung... mwueheheheeee..

Cerita ini ane ambil dan repost dengan persetujuan pemiliknya (yang ngalamin), jadi sediain dah tempat duduk senyaman mungkin agar sensasi ceritanya dapat kawan-kawan rasakan..

baiklah sekian sambutan dari ane, silakan membaca :v

Cerita Horror Nyata
Sumber, facebook: Nisa Putri

Makhluk Jadi-jadian
Part 1
"Hai gaes gw disini mau cerita dan ceritanya masih anget bangett baru aja kejadian 15 menit yang lalu, sebenernya gw mau cerita dari tadi cuma gw masi ketakutan+ lemes banget..........
Jadi tadi gw di suruh kk gw buat beli es campur,awalnya pas berangkat biasa aja gaada yang aneh, trs pas gw pulang itu hampir adzan maghrib kan nah aku ketemu sama bapa bapa tu bapa bapa nya bilang gini "de.. Mau kemana? " aku:"mau pulang pa" bapa:"rumahnya dimana" aku:"di ******" aku kaget tiba tiba bapanya ngomong gini "de... Hati hati ini sudah mau maghrib sebaiknya jangan lewat kuburan" ya gw harus gmna dong soalnya jalan paling deket buat pulang itu lewat kuburan,ntar klo gw lewat jalan lain sampe nya lama gw juga udh laper blm buka puasa..... Nah gw ngeyel sm omongan bapa ituu kann pas di tengah jalan ada yang manggil gw "Nisaa sini nak mamah kangen" padahal mamah gw di semarang dan yg paling aneh dia mirip bgt mukanya sm mamah gw,gw takut banget dong, gw bingung gw nangisss...dan kalian tau ngga? Jalan kerumah gw berubah jalur donggg jadi ada 3 jalan pas gw lari gw cuman muter" aja  gw teriakkk gaada yang denger sampe gw liat ada suara kentongan gw teriakkk...alhamdulillahnya ada yang denger dan gw di suruh baca ayat kursi sama al fatihah.... Aneh bgt coba katanya warga di depan gw tapi gw gak liat sumpah... Pas gw baca ayat kursi sama al fatihah badan gw biru biru kek abis di pukulin.... Terus gw liat ada 1 warga dan gw di tarik sumpah lemes bgt gw yawloh.... Gw gak nyangka ini bakaln terjadiiii...dan gw buru buru di bawa ke rumah,pas udah sampe gw di tidurin terus di kasih minum...oya gw sempet lupa sblm gw di temuin gw kan nyamperin dia yang mirip mamah gw nah gw di kasih minum...dan kalian tau ngg gw di kasih apa? Air ludahnya diaa...dan gara gara itu gw trauma minumm gw takutt ...kata warga disitu setan itu gasuka sm gw karna gw itu pernah nolongin anak kecil yang waktu itu hampir di bawa setan itu ke tempat dia..
Part 2
Jadi kejadianya itu 2 hari sebelum puasa,waktu itu gw pulang latian basket tapi gw ngga sendiri gw sama tmn gw namanya avril, lulu, fia, osa, tata...karna kita pulang malam ya sekitar jam set 10 mungkin,kita pulang mlm karna bentar lagi ada lomba karna siang/sore lapangan di pake buat acara lainya jadi kita milih malam..... Nah pas pulang kita tu lewat kebon dan waktu gw sm tmn" lagi ngobrol ketawa tawa kita denger suara anak kecil nangis sambil bilang "gamau..mau pulang, mau sama ibu" karna tmn gw fia bisa liat (semacam indigo lah) fia bilang ada anak kecil di bawa (DIA)..... disitu fia sempet bilang kasian anak kecilnya,fia selalu kemana" bawa buntelan putih entah apa itu gw juga gatau, fia nyuruh gw lemparin ke (DIA) gw emang gabisa liat (DIA) pas gw lempar,fia ambil anak kecilnya...kita sempet bingung mau di kemanain anak ini kan,alhamdulilahnya pas lagi di jalan ada gerombolan banyak orang bawa kentongan sama senter ternyata disitu ada ibunya.....
Jadi itu nyata:)gw tau cerita ini ga masuk akal menurut kalian..tapi kalo kalian udah ngalamin gada kata (gak masuk akal)..sebenernya (DIA) itu bukan setan tapi manusia yang punya ilmu hitam..jadi hubungan cerita ini sm yang kemaren itu,sebenernya dia juga ga suka sama fia tapi karna fia punya pelindung yg kuat bgt,jadi (DIA) lebih milih gw karna pelindung gw gak terlalu kuat..mungkin kalian ada yg bilang"kan ada allah",iya gw tau gw juga minta kok sama allah buat di lindungin:) karna allah gw kemaren selamat "

Naaah gimana ceritanya?? tinggalin komen yaaa..
nanti ane post lagi dah cerita horror nyata lainnya
See You!
welokombek kawan-kawan penikmat cerita horror sekalian, nah disini ane kembali mau ngebagiin cerita horror nyata yang bakalan buat kawan kawan merinding dah.
oh iya sebelumnya sama seperti cerita kemaren, ane sarankan yang punya penyakit jantung untuk tidak membaca cerita ini ! kenapa??
yaa karena ini bukan blog cara sehat menjaga jantung mwuehehehee..

oh iya ane ngepost cerita ini sudah mendapat izin langsung dari orang yang ngalaminnya

Ok begitu aja dah sambutan dari ane, silakan dah kawan-kawan cari tempat duduk senyaman mungkin, biar bisa ngerasain dan ngenikmatin cerita yang ane sediaan dibawah..

CERITA HORROR NYATA
Sumber, Facebook: Merrin Tika Wulandari

TEMANKU
"Mumpung puasa gua mau gibahin diri sendiri biar di bully netizen ðŸ˜‚🤣 Kisahku hidupku temanku entah bakalan jadi matiku atau enggak.
16 April 1999 pukul 02:15
Aku dilahirkan Jum'at sukra (Legi) hitungan jawa , Aku berdarah sumatera , jawa ,dan sunda
Aku anak pertama dari 3 bersaudara.
Tidak ada keturunan kakek nenek ku bahwa kami mengerti dunia perdukunan atau kalian sebut indigo, indra ke 6 atau apalah itu. Bahkan ayahku adalah seorang ahli agama.
.
Aku lahir normal, yang membuat aneh itu air ketubah saya tidak pecah, tetap bulat seperti telur dan itu butuh waktu sekitar 30-1jam untuk memecahkan air ketuban dengan sedotan gajah ðŸ˜‚ Biar kata dokter saya gak nelan air ketuban, pada saat tali pusar di potong saya tidak menangis bahkan dicubitpun saya gak nangis dan berbagai cara dilakuin dan Fine dokter menfonis saya bisu
.
3hr saya di RS kebetulan tabung saya dekat dengan jendela sanak famili berdatangan menjenguk ,dan mungkin pada saat itu ada anak yang bisa melihat mahluk gaib dan menunjuk ke arah jendela bilang "Kuntilanak"
Pada saat itu bersamaan saya menjerit kuat menangis sejadi jadinya seorang bayi seperti kehilangan sesuatu. Tapi keluarga masabodoh mungkin bergurau saja.
.
Saat saya sudah bisa merangkak disini keluarga saya mulai mengerti akan kelebihan saya , Saat malam menerjang pada masa itu dikampung hanya menggunakan penerangan lampu minyak saya di ayun selayaknya bayi pada umumnya. Saat saya tertidur lelap keluarga sedang berbincang diluar dengan asiknya mereka mendengar saya sedang dinyanyikan seseorang. Dan mereka relfeks masuk semua kedalam dan benar benar melihat saya sedang di ayun sosok kunti yang sedang duduk diatas kayu ayunan rumah
.
Seketika semua menjerit dan mengumandangkan yasin seketika itu juga,
JADI KALIAN TAU KAN MENGAPA SAYA MENYUKAI KUNTI? Oke next.
.
Pada umur 2thn saya itu sering ikut ayah dan nenek saya kehutan yang saya ingat pada masa itu saya dipanggil orang yang menyerupai ibu saya dengan sebutan "Nak kesini ikut mama" secara anak kecil refleks ngejer ibunya dong? Tmpa disadari saya di culik orang bunihan kalo kata kalian tp kalo daerah kami bilang orang gunung.
.
Sekitar 2hr saya hilang dihutan
Kalian tau tidak? Siapa yang menyelematkan saya? Ya itu yang kalian sebut KUNTILANAK saya masih ingat betul bagaimana suara kuntilanak mengeram menunjukan taringnya yang tajam pada manusia bunihan demi menyelamatkan saya. Bukan 1 tapi banyak, lengkingan yang membuat tubuh saya lemas dan pingsan seketika. Entah bagaimana ceritanya saya dibawa kunti itu pulang karna emang tidak sadar dan tiba tiba saya pulang dengan keadaaan saya tertidur dibawah rak piring.
.
Mulai saat itu saya peka terhadap mereka
Dan memiliki banyak teman yang kalian sebut KUNTILANAK"


naah gimana ceritanya?? tinggalin komen yaa.
Nanti ane share lagi dah cerita lainnya..

see you!

Welkombek wahai kawan-kawan penikmat cerita horor sekalian, seperti biasa disini ane mau bagiin cerita horor nyata kepada ente pada....

daripada bosen tidur dirumah aja yakan, mending uji mentalnya dulu dengan cerita-cerita horor yang akan ane sediain dibawah.
ooh iya sebelum membaca cerita horor nyata dibawah, ane saranin deh buat yang jantungan agar jangan baca! kenapa???
ya karena ini bukan blog cara sehat menjaga jantung mwueeehehhee....

alangkah lebih baiknya sediaan tempat ente pada buat senderan atau senyaman mungkin lah, biar ente pada bisa ngerasain apa yang ada didalam cerita tersebut

cerita ini ane ambil dan repost ulang dengan persetujuan pihak yang punya cerita ini (orang yang ngalaminnya)
ceritanya serreeem banget Anj***, maaf anjingnya ane sensor soalnya kan khawatir kalo disangka ngegas hheeeee...

ok sampai disini dulu sambutan dari ane, silakan lah ente pada baca

CERITA HORROR NYATA
sumber, facebook: Anggela Rahma


Horrornya Gunung Tampomas
"Ok flen flen semua... Ini postingan pertama gua di grup ini. Gua mau cerita pengalaman gua sewaktu SMA muncak ke gunung Tampomas lewat daerah Cimalaka, Sumedang karena kebetulan gua asli orang Sumedang.
Saat itu gua kelas 1 SMA. Gua tinggal di komplek perumahan yang padat. Biasalah orang komplek sore sore suka ngumpul buat ngerumpi apalagi seumuran gua tu sore sore udah pada cantik mau nongkrong sambil lirik lirik cogan yang lewat heuheu
Sore itu gua main di salah satu rumah tetangga gua, kehalang satu rumah doang, cuma lima langkah, dekat kok ga jauh jauh hehehe... Gua suka panggil dia teh neng Sri.
Gua rumpi tuh sama teh neng..
"Neng, teteh mau ulang tahun, teteh pengen ngerayain di gunung Tampomas, muncak Yo" teh neng Sri kata (dia panggil gua neng)
"Wah, hayu teh, neng pengen nyoba muncak ayo, tapi siapa aja teh?" Jawab gua
"Paling teteh sama pacar teteh, neng ajak aja pacar neng trus kita ajak si angel" (angel tetangga pas depan rumah gua banget)
"Ok sipp teh"
Setelah beberapa kali ngerumpiin rencana muncak, sambil kita packing packing sewa ini sewa itu. Akhirnya hari pun tiba. Kita berangkat 6 orang, teh neng + pacar, gua + gebetan, teman gebetan gua dan angel. Jadi cwe 3, cwo 3. Pas yaa kan padahal? Tapi kenapa bisa jadi ganjil gtu lohh....
Gua dan angel beda sekolah, hari itu dia masuk sekolah tapi gua libur. Karena angel sekolah dan gua harus nunggu gebetan gua Dateng, gua dan teh neng putuskan kita ketemu di satu titik di kota, yaitu di kosan teman gua sambil titipin motor di situ.
Sekitar jam 12 siang kita udah ngumpul semua di kosan. Ok, kita langsung berangkat naik angkot menuju Cibereum. Untuk pemula buat gua, sumpah belum apa apa gua udah pegel banget lihat jalan heudeuhhh... Apalagi di siang hari gtu, kebayang ga sih panas nya seperti apa? Kita jalan dari pemberhentian angkot sampai ke kaki gunung itu sekitar 2 jam. Beberapa kali berhenti, akhirnya kita sampai di kaki gunung Tampomas. Di sana kita istirahat sejenak di sebuah warung, dan ada sedikit percakapan dengan yang punya warung...
"Bu udah lama Bu buat warung di sini?" Tanya gebetan gua
"Wah udah lama banget su, ibu mah kadang juga tidur di warung Sam si bapa" jawab ibu warung itu
"Loh emangnya ga takut ada apa apa yaa Bu, ini kan sepi banget di sini siang aja sepi cuma ada anjing anjing liar apalagi malam Bu?"
Gebetan gua iseng tanya kek gtu, sebenarnya dia jago hal hal kek gtu, udah ga ush di ragukan lagi dah percaya deh...
"Ah bapa mah udah biasa Jang di sini, mau ada apa apa juga cuek aja da mungkin memang seperti itu. Kalian dari mana? Mau berangkat muncak?" Tanya si bapa
"Kami dari Sumedang kota pa, kebetulan teman saya ini dari Garut" jawab gua sama si bapa (gebetan gua orang Garut)
"Oh iya iya, sebaiknya segera naik jangan terlalu sore dan jangan sampai kemalaman di jalan, hati hati di jalan selalu baca doa minta perlindungan kepada Allah, jangan bicara sembarangan" kata si bapa itu
Soo whatttt, bikin gua syok dong, maksud si bapa ini apa gtu, tapi tenang, gua masih agak rileks karena ada gebetan gua yang jagain gua wkwkw
Akhirnya kita berangkat naik, jalan setapak yang kita lalui. Sekitar satu jam kita sampai di pos satu. Kita istirahat sejenak di sana. Dan ternyata, ada satu orang yang sedang istirahat juga. Ketika itu kita salaman semua sama orng yang lagi istirahat itu...
"Dari mana a?" Tanya teh neng
"Dari kota teh" kata orang itu
Singkat cerita, kita ngobrol sedikit tentang asal usul dia. Namanya seinget gua dia itu Naufal, katanya suka di panggil oppa. Yeeee di kira oppa Korea, kata gua dalam hati hehehehe
Dia bilang dia masih sekolah kelas 3 di SMK PG** Sumedang.
"Naik sendiri a?" Teh neng
"Iya teh, udah biasa sendiri naik, ini yang kedua kali nya naik sendri ke tampomas" Naufal bilang
"Ohh gtu yaa, yaudah kita bareng aja naiknya" teh neng
"Iya a bareng aja biar seru kita naik bareng aja" ajak gua
"Oh iya ayo"
Ceritanya kita lanjut jalan dri pos satu. Di jalan teh neng ngobrol dengan orang itu. Dan teh neng tanya dong
"A tau jalan nya kan? Saya lupa lupa ingat soalnya udah lama ga naik, kita ke gunung karang aja soalnya ini udah lewat ashar ga akan keburu naik ke Tampomas lagian kasian mereka ini pemula" (gunung karang itu anak gunung Tampomas)
"Oh iya masih ingat teh"
Akhirnya kita ikutin dong si orang itu, dia jadi petunjuk jalan kita. Sekitar jam 5, tiba tiba teh neng kaget dong ...
"Loh ini kok kita ada di belakang gunung Tampomas?"
Kita yang baru muncak, cuma bisa bengong dong karena ga tau apa apa tentang jalan itu.
"A ini kok kita tiba tiba ada di belakang gunung Tampomas sih?" Tanya teh neng
" ga tau (sambil memalingkan wajah dan bergegas pergi mengikuti teh neng)". Jawab Naufal
Keanehan mulai terjadi flen, tapi sayangnya kita ga ada yang nyadarin hal itu.
Whatt the hell.... Gua lagi cerita ini tiba tiba gua cium bau busukk gileeeee ini bau busuk dari manaa coba...
Lama kita di perjalanan, sekitar jam 6 kita baru sampai, pas banget sampai di situ hujan gerimis pun di mulai. Kita makan bareng bareng dulu sebelum kita mendirikan tenda. Kisah asmara nya flen gua ga bisa ceritain di sini karena sekarang gua udah jauh sama gebetan gua itu, kenangan ceritanya hahaha
Jam set 7 kita baru dirikan tenda, pas lagi dirikan tenda itu tiba tiba hujan petir dan besar sekali hujan nya...
Oh iya flen, gua lupa ceritain... Pas nyampe di sana kita kan keluarin barang barang kan yaa. Trus teh neng tanya Naufal itu bawa apa aja. Ternyata dia bawa Aqua kecil 2 botol dan kremes ubi satu bungkus. Anjayyy kebayang ga sih manusia normal apalagi sendri mau ke Tampomas cuma bawa air minum 2 botol kecil, di kira sekolah apa yaa. Trus yang bikin anehnya lagi, dia bawa gas kompor kecil itu loh yang suka di jual jual di Alfa, 3 biji tapi dia ga bawa kompor nya, gile ga sih.? Trus di tanya itu gas nya ada ngga, dia jawab ga tau, coba aja. Elahhhh kita semua sampai bingung tu Ama dia bisa bisa nya cuma bawa itu.
Kita pakai tenda untuk 6 orang, dan Naufal itu dia bawa tenda untuk 2 orang. Tenda selesai didirikan. Kita semua kumpul di tenda yang 6 itu. Teh neng minta dia yang ngisi tenda Naufal bareng pacarnya berdua, katanya nanti gantian juga Ama gua. Gua fikir ape gtu yaa hihihi ga lah gua ga mau satu tenda cuma berdua Ama gebetan, bukan munafik tapi lihat tempat dong, hotel kek wkwkwk canda canda...
Karena teh neng mau bgtu, ok lah kita semua biarkan tenda itu untuk mereka berdua.
Ketika kita lagi santai santai asik ngobrol sambil ngemil Snack Snack yang gua bawa, tiba tiba si Naufal ini cerita
"Teh teh (manggil gua Ama Angel) aku mah pernah di gosipin meninggal sama temen temen di sekolah"...
"Loh kok bisa, emangnya kenapa?" Kata si angel
"Iya waktu itu aku kecelakaan motor di jalan sampe aku koma selama 2 bulan, temen temen kira aku udah meninggal padahal belum, harus nya aku udh lulus sekarang tapi krena kecelakaan itu aku berhenti sekolah satu tahun. Pas waktu kecelakaan, kepala aku bocor sampai di jahit 58 jahitan di kepala. Ini bekas nya sampai jidat"...
Sambil dia tunjukkin flen bekas jahitan nya itu, bener banget gua lihat Depan jidat nya itu panjang bekas nya.
Dan kita yang di situ cuma oh dan ya aj tanpa bertanya apapun lagi dan ahhh bego nya di situ kita belum sadar dengan perkataan dia itu.
Pas kita asik ngobrol tiba tiba kita dengar suara teriakan dan dengar suara tamparan dari tenda teh neng itu. Kaget dong kita yang di tenda ber 5. Auto keluar tenda walaupun di luar hujan besar di Sertai petir dan angin kencang....
Waduh flen, jari gua pegal banget nih, rasanya pengen istirahat dulu hehehe masih banyak keanehan flen flen semua.
Ok next?
Kita yang ber 5 itu mau keluar tapi di tahan sama gebetan gua. Katanya udah biarin aja, kita ga usah ikut campur mungkin mereka ada masalah dengan hubungan nya.
Yowis lah kita nurut.
Lama lama kita dengerin percekcokan teh neng, yang gua denger kasar beutt dah bahasa nya. Dan gua denger suara lari lari di luar tenda, ternyata teh neng sama pacarnya itu berantem smpai keluar tenda. Kita yang di dalam cuma bisa diem ga mau ikut campur. Merinding gua waktu itu apalagi kita keadaan di atas gunung hujan besar di Sertai petir dan angin kencang, flen bayangin deh gmna merinding nya waktu itu.
Kita ber 5 diam, tiba tiba badan teh neng nubruk tenda kita, secara badan teh neng di lempar sama pacar nya itu ke arah tenda kita. Haduh kaget bukan maen. Tapi kita semua masih diam, tak ikut campur.
Terdengar nya teh neng masih bisa berdiri, mereka masih cekcok.
Stelah itu tiba tiba ada suara teriakan yang kencang, ternyata flennnn teh neng jatuhhh ke antara bebatuan yang ada di atas itu, haduh flen gua aja takut banget. Auto gebetan gua keluar dan nyamperin, gua ikut dong, gebetan gua pisahin mereka. Walaupun di luar hujan besar tapi kita coba bantu mereka.
Gebetan gua tenangkan pacar teh neng sementara gua nuntun teh neng menuju tendanya, sambil dia meringis kesakitan, nangis kedinginan, dan baju basah kuyup. Gua peluk teh neng, sumpah gua pengen nangis Liat keadaan teh neng kyk gtu. Gila banget itu pacar nya, Setega itu anjay.
Pas gua lagi di tenda berdua sama teh neng, tiba tiba ada yang buka tenda, ternyata itu pacarnya teh neng. Gua maish ingat dan gua masih hafal jelas ekspresi pacar nya itu , mata merah penuh amarah, tatapan sangat tajam, dia menatap teh neng penuhhhhh amarahh. Seketika dia natal gua, anjay, gua takut di situ. Untungnya gebetan gua kendalikan emosi pacar teh neng. Ternyata flen, dia itu kesurupannnn heuheuheuuu ngeriii sumpah keadaan kyk gtu di tambah ada yang kesurupan.
Ketika itu, gebetan gua ngobatin pacar nya teh neng, Alhamdulillah bisa sadar. Gebetan gua bilang sama pacar nya itu...
"Udah a kalo memang ada masalah omongin baik baik yaa, sok tenangkan fikiran jangan emosi istighfar jangan banyak melamun, obrolkan baik baik jangan sampai kyk gini"
"Sini Bey kamu keluar biar si aa masuk suruh ngobrol baik baik sama teh neng" suruh gebetan gua sama gua yang ada di dalem tenda itu
Gua nurut keluar, dan gua tutp sleting tendanya. Gua balik ke tenda sambil baju agak basah, kedinginan dong, dapat kehangatann sedikit dri gebetan wkwkwk jangan ngeres yaa di tenda itu ada 5 orang loh...
Ga lama dari itu, tiba tiba teh neng teriak lagi minta tolong panggil gua dan panggil gebetan gua. Suara nya itu gmna sih orang yang lagi di cekik manggil manggil. Langsung gebetan gua keluar menuju tenda itu dan gua ikutin, ternyata pacar nya itu kesurupan lagi flen, aduhhh itu malam bener" serem banget buat gua. Gua lemes ngadepin masalah yang ada.
Gebetan gua sembuhin pacar nya itu, alhamdulillahhhhhh bisa sadar dan pulih seperti biasa. Di situ suasana kembali sperti semula dan anehnya hujan pun sedikit mereda bahkan hanya tersisa gerimis aja.
Oh yaa, angel, Naufal dan teman gebetan gua, mereka hanya diam tanpa kata, dan yang gua lihat si Naufal ini banyak melamun nya flen. Gua inget wajah nya dia, memang tatapan nya beda bangett flen tapi gua ga nyadarin itu. Dan pernh gua lihat tanpa sengaja dia natap angel tpi kek ada sesuatu nya gtu, ngga biasa kek orang orang. Bedaaaaa bangettt. Ga ad yang sadar akak hal itu.
Akhirnya kita tidur, gua tidur samping gebetan dong. Dan samping gebetan satu lagi adalah Naufal. Kita tidur tanpa lampu, gelapppp sekali. Tiba tiba gebetan gua bangun, dan bangunin gua juga tapi pelan pelan bangetttt tanpa suara.... Gua kira apa yaa gtu, ngga ngeres yaa, ternyata dia bisikin ke gua
"Bey kaki babang di elus elus trus sama orang ini, karena babang risih yaudah babang tendang aja tangan nya" (Bey panggilan dia sama gua, dan babanh panggilan gua smaa dia)
Lohhh, gua aneh dong knpa bisa kyk gtu. Gua cuma bengong. Pas gebetan gua selesai bsikin, tiba tiba lampu senter nyalaa... Busetttt gua kagetttt, kira gua si Naufal ini tidur, ternyata dia ga tidur katanya dri tdi, dia duduk terus dan dia yang nyalain lampu senter.
Yasudah habis tu gua bangun lah sama gebetan gua itu. Kita bertiga yang bangun. Hmmm kalo ga salah itu jam 1 malam. Gua liat Naufal melamun trus flen. Tapi udh sejauh itu ga ada stupun orang yang sadarrrr. Anehhh bner bner anehhh
Gua lagi ngemil sma gebetan gua malam itu, tiba tiba di luar tenda ada yang jalan jalan dan ada suara deheman laki laki, gua kira itu pacar nya teh neng lgi nyalain kompor buat masak mie atau nyeduh kopi kan. Yowis lah ga gua hiraukan.
Pagi hari pun datang...
Kita siapkan makan untuk sarapan sambil beres beres barang yang ada. Gua nanya sama teh neng
"Teh semalam tidur jam brpa? Masak mie kan malam?"
"Teteh langsung tidur neng, teteh ga masak mie si aa juga ngga keluar tenda" jawab teh neng
Lahhhhh, trus yang semalem deheman sama nyalain kompor siapa??? Hahhhh ga hbis fikirrrr
Setelah semua beres kita tutup tenda, ketika tutup tenda. Teh neng ngobrol sama si Naufal.
"Fal emang nya ni tenda ga ada tutup atas nya apa? Semalam hujan keujanan ke dalam jadi di tutup pakai jaket" teh neng
"Ini ada teh tutup nya" jawab dia
Woiii, kalo manusia normal, itu pas tau hujan mungkin udh di kasih dan tau bakalan basah kalo ga di tutup. Dia malah jawab katanya kenapa ga nanyain??? Soooo whattttttt teh neng marah di situ, kesal beut dia sama Naufal.
Semua sudah beres, tinggal kita pungutin sampah dan di bawa ke bawah kaki gunung untuk di bakar.
Ceritanya kita udh jalan pulang. Di jalan pulang si Naufal ini tiba tiba ngeluarin duit 3500. Dia bilang ....
"Ada uang 3500, 1000 buat minum 2500 buat rokok, trus buat ongkos gmna yaa? Ah yaudah lah"
Kita di situ hanya dengerin aja, ngga ada yang jawab akhirnya gebetan gua yang bayarin minuman yang mereka minum. Ini udh di kaki gunung yaa, udh di warung tapi masih jauh ke bawah.
Sekitar jam 3 sore kita baru sampai di jalan pertama kita turun dari angkot. Kita nunggu angkot untuk plang TPI angkot malah ngga ada, jadinya kita ngompreng naik di mobil kol buntung.
Di situ kita masih lengkap, ber 7 sama si Naufal ini. Kita keasyikan ngobrol di jalan pas turun, mobil udh kosong kita nyari nyari dong si Naufal ini kmna. Anehnya ga ada yang nyadarrr satuuu orang pun sama si Naufal dan g ada yang tau dmna keberadaan nya krena di mobil tadi udh jelas jelas kita semua lihat udh kosong flen. Di situ kita sadar semua yang terjadi.
Kita tidak langsung pulang tapi kita bicarakan yang baru saja terjadi di antara kita.
Karena kita penasaran, ok lah kita pulang dan besok nya gua dan angel cari tautentang si Naufal ini. Nah kebetulan gua punya teman di SMK PG** yang dia sebut sekolah dia, samapun kelas 3, gua tanya yang namnya Naufal yang pernah di gosipin meninggal koma selama 2 bulan dan sekarang kelas 3 dia pakai ninja hijau(waktu itu dia bilang motor yang dia pake)...
Apa dong jawaban teman gua itu????
"Fir, lu maksudnya apa si? Itu temen gua yang udh meninggal satu tahun lalu pas gua kelas 2. Benar dia koma 2 bulan karena kecelakaan parah tapi nyawanya tak tertolong dia meninggal setelh koma"
Di situuu guaa langsung cerita sama teman teman yang lain, anjay merinding bangettt klo inget pas lagi barengan dan lihat tingkah dia, beda bangetttt, pantesan kyk bukan manusia normal, ternyata dia bneran bukan manusia asli... Ahhh gileee kita di temenin makhluk itu? Gua masih ga percaya itu terjadi, sampai sekarang gua udh lulus kuliah masih aja gua inget.
Karena gua ga percaya sma teman gua itu, gua minta tunjukkin foto dan tunjukin makam dia.
Huhhhh lemesss asli gua pas lihat fotonya benrannnn dia yang ikut muncak bareng gua. Hahhhh ga mungkin ga mungkin dia bukan manusia.
Gua di ajak ke makam nya, bneran namny Naufal flennnnn ahhh sedihh bangettttt. Tapiii ngeeriiiiii kalo inget dan tau saat itu dia bukan manusia.
Ok fix kita semua yang muncak datang ke makam dia untuk nyekar dan kirim doa supaya dia tenang di alam sana.
Akhirnya selesai jug cerita ini, tapi ada sedikit yang gua crop nih karena kepanjangan hehehe gpp yaa mungkin masih bisa di mengerti.
Oh yaa, sekarang teh neng sudah bahagia dengan pacarnya, sudah puny ank pula. Dan gua kandas dengan gebetan gua hahahaha"

Naaah sekian ceritanya, gimana ceritanya??tinggalkan comment yaaaa hihihi...
nanti ane posting lagi deeh.
See You!