Seharusnya Tidak Belebihan!




Untuk apa Tuhan menciptakan kehendak kita? Jika kehendak-Nya lah yang akan terjadi?
Menurutku ini sangat menarik dan indah, bayangkan, dengan mempunyai kehendak, aku menjadi percaya pada perubahan, proresivitas, atau aku menjadi percaya pada usaha-usaha yang ku lakukan. Sekalipun yang akan terjadi adalah kehendak Tuhan juga, tapi seolah Tuhan ingin melihatku berusaha atas kehendak yang aku hadirkan dalam diriku.

Seperti janji Tuhan bahwa Dia Maha Baik, maka bentuk Kebaikan Tuhan apa yang perlu ku simpulkan ketika aku sudah berusaha? Aku yakin bahwa Tuhan akan menghargai Usaha itu dengan segala bentuk kebaikan yang aku sendiri belum tentu bisa mengukur hal itu..

Hari ini aku duduk kembali diteras depan rumahku, aku mulai kembali dengan alasan ingin tetap produktif dan rutin menulis. Rumahku di Desa dan di depan rumahku adalah jalanan umum, sehingga menjadi hal wajar ketika aku menulis banyak orang lewat.

Saat aku mulai memperhatikan jalan, ada sebuah mobil yang membawa banyak barang yang membuat mobil itu menjadi lucu bagiku, sebab bagian depannya harus sedikit terangkat, dan hal itu juga rentan membuat mobil tersebut oleng

Kenapa harus membawa barang secara berlebihan? Menurutku untuk menjaga keselamatan, beban seharusnya disesuaikan dengan apa yang mampu dibawa oleh mobil tersebut.

Aku yakin bahwa supir sudah mengerti itu, tapi membandeli pikiran berharap waktu yang lebih singkat atau keuntungan yang lebih banyak dengan taruhan keselamatan, menurutku bukanlah pilihan yang bijaksana!

Tapi kenapa semua ini harus hadir didepan mataku? Pasti ada yang harusnya ku ambil pelajaran, sebab tidak mungkin Tuhan merencanakan sesuatu dengan kesia-siaan dan tentunya Kehendak Tuhan lebih absolut dibanding supir, dan soal mobil yang lewat dimuka rumah merupakan sesuatu yang sudah terjadi, bukan imajinasiku, artinya sesuatu terjadi tetap atas kehendak Tuhan, dan aku tidak peduli apakah supir awalnya berkehendak lewat ataupun tidak. Namun yang terpenting sekarang apa pelajaran yang kudapat?

SEE YOU!
Nanti ku lanjutkan..



0 comments:

Post a Comment