Apa Gunanya Kehendakku?


                
Hai perkenalkan nama ku adalah Muhammad Aulia Rahman, mohon maaf jika terdengar asing, ya itulah alasanku kenapa aku mengawali tulisanku kali ini dengan memperkenalkan terlebih dahulu diriku.

Sebenarnya aku sudah sangat sering ingin menulis mengenai kehidupanku, ya mungkin begitulah secara singkatnya awal mula aku mulai menulis tulisan ini. Beberapa temanku juga sepertinya sangat mendukung,salah satunya sebut saja Luqman, teman satu kos, beberapa kali dia meminta ku untuk menuliskan apa yang memang sedang kuhadapi dan kupikirkan. Namun, tentu aku memulai tulisanku kali ini adalah bukan karena kehendak orang lain. Ya, kalian tau bahwa bagiku, kehendakku atas diriku jauh lebih tinggi, dan kehendak orang lain hanya akan menjadi faktor pendukung, sekalipun tidak jarang faktor pendukung dari orang lain bisa saja ku abaikan...

Diatas segala kehendakku, aku tak pernah dapat mendeskripsikannya, bagaimana tidak? Hari ini aku berkehendak seolah atas diriku sendiri, namun aku sudah terlanjur percaya bahwa diatas kehendakku masih ada kehendak yang paling absolut, ya Kehendak Tuhan...

Bicara tentang kehendak mungkin akan sangat membosankan, apalagi jika harus berada pada awal tulisanku ini. Sebab, barangkali kalian juga pernah menyangka bahwa diri sendiri memang nyata adanya berkehendak, tapi apakah kehendak kita itu nyata? Atau kehendak itu muncul atas kehendak Tuhan juga? Aku tidak akan menjawab itu, sebab sore ini tepat pukul 18:19 mendekati magrib tanggal 13 Mei 2020 aku selesai membaca bukunya Sujiwo Tejo dan DR. MN. Kamba dengan judul “Tuhan Maha Asyik”. Lalu apa hubungannya? Tentu ada hubungannya, sebab di awal bukunya, tepatnya dihalaman 19 buku tersebut membahas yang isinya “ Suatu ketika Tuhan berfriman kepada Nabi Daud As: Engkau berkehendak, AKU berkehendak. Yang berlaku adalah yang AKU kehendaki. Jika engaku berserah diri kepada kehendak-Ku, aku memenuhi kehendakmu, dan jika tidak, engkau akan lelah mengejar kehendakmu sedangkan yang terjadi adalah kehendak-Ku jua”

Awalnya aku habis pikir bahwa ternyata susah payah aku berkehendak, namun kehendak Tuhanlah yang akan bermain dalam kehidupanku, “lalu buat apa aku diberi kehendak sendiri jika Kehendak Tuhanlah yang juga akan di gunakan?” pertanyaan semacam itu muncul dalam pikiranku, susah memang untuk menjawabnya….
            
See You!
aku akan melanjutkannya nanti...

0 comments:

Post a Comment